Konsultan Drainase Gresik, Konsultan Drainase Jember, Konsultan Drainase Jombang, Konsultan Drainase Ngasem, Konsultan Drainase Lamongan, Konsultan Drainase Lumajang

Konsultan Drainase Gresik, Konsultan Drainase Jember, Konsultan Drainase Jombang, Konsultan Drainase Ngasem, Konsultan Drainase Lamongan, Konsultan Drainase Lumajang

Konsultan Drainase Gresik, Konsultan Drainase Jember, Konsultan Drainase Jombang, Konsultan Drainase Ngasem, Konsultan Drainase Lamongan, Konsultan Drainase Lumajang
Konsultan Drainase Gresik, Konsultan Drainase Jember, Konsultan Drainase Jombang, Konsultan Drainase Ngasem, Konsultan Drainase Lamongan, Konsultan Drainase Lumajang

Komponen AMDAL
Di dalam proses AMDAL itu terdapat beberapa komponen penting di dalamnya. dibawah ini merupakan beberapa komponen AMDAL diantaranya sebagai berikut:

1. Penyajian Informasi Lingkungan (PIL)

PIL ini merupakan sebuah bentuk ilmu pra proyek yang mana nantinya itu pihak perencana tersebut kemudian akan melakukan kajian terkait lingkungan disekitaran lokasi tersebut akan berjalannya suatu aktivitas atau kegiatan. Studi pra lingkungan ini mencakup seluruh aspek baik kimia, fisika, sosial, biologi, ekonomi serta juga budaya di sekitarnya.

2. Kerangka Acuan (KA)

Setelah melakukan studi informasi lingkungan, pihak pengelola tersebut kemudian akan membuat kerangka acuan yang dijadikan dasar di dalam pelaksanaan proyek tersebut. Kerangka acuan tersebut berupa hasil laporan dari studi pra lingkungan.

3. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)

Komponen AMDAL ini berikutnya adalah bagian utama yakni melakukan analisis dampak lingkungan. Dalam melakukan analisis ini, pihak pengelola itu harus mengutamakan keamanan serta kesehatan lingkungan dan juga mengurangi dampak buruk yang akan terjadi. Pada tahapan tersebut juga nantinya keputusan mengenai proyek tersebut akan dilakukan.

4. Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)

Komponen AMDAL ini melingkupi segala bentuk pemantauan terhadap berjalannya proyek, mulai dari saat pembangunan sampai pada selesai. Pemantauan tersebut harus dilakukan dengan secara berkelanjutan sehingga bisa atau dapat berjalan sesuai dengan aturan sebenarnya.

5. Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)

Selain melakukan pemantauan, seluruh pihak yang terlibat itu juga harus turut didalam melakukan pengelolaan terhadap suatu proyek. Pengelolaan ini memiliki tujuan didalam mempertahankan fungsi lingkungan serta juga menghindari penyimpangan.

Sumber: pendidikan. co.id/pengertian-amdal/

Konsultan Drainase Gresik, Konsultan Drainase Jember, Konsultan Drainase Jombang, Konsultan Drainase Ngasem, Konsultan Drainase Lamongan, Konsultan Drainase Lumajang